Utang Pemerintah Naik, Faisal Basri: Itu Untuk Bayar Bunga Utang

0
608

Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Utang pemerintah kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan APBN Kita Juni 2021, posisi utang pemerintah per akhir Mei 2021 mencapai Rp 6.418,15 triliun atau naik 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 5.258,7 triliun.

Dengan posisi tersebut, rasio utang pemerintah per Mei 2021 naik menjadi 40,49 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dari 32,09 persen terhadap PDB pada Mei tahun lalu.

Baca: April 2021, Utang Pemerintah Tembus Rp 6.527 Triliun

Jika jumlah utang pemerintah dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk 2020 dari BPS dengan populasi sebanyak 270,2 juta penduduk, setiap satu penduduk Indonesia menanggung utang sebesar Rp 23,75 juta.

Ekonom Senior Faisal Basri menilai mayoritas utang pemerintah digunakan untuk membayar beban bunga utang. Kondisi ini terlihat dari belanja yang naik paling tinggi adalah bayar bunga utang.

“Jadi, kita utang buat bayar bunga utang juga, gali lobang tutup lobang istilahnya,” kata Faisal, Senin (28/6).

Faisal mengatakan, pertumbuhan belanja untuk pembayaran utang dari 2014 hingga saat ini mencapai 108 persen. Kemudian, pengeluaran diikuti oleh belanja barang sebesar 105 persen dan belanja pegawai 73 persen.

Sementara pertumbuhan belanja yang terkait dengan rakyat justru lebih rendah, yaitu sekitar 64 persen. Untuk itu, menurutnya, tidak sepenuhnya tepat jika dikatakan utang pemerintah digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Sebab, sebagian besar utang digunakan untuk bayar bunga utang.

“Jadi, bohong besar kalau kita utang kelihatan tuh infrastruktur dibangun di mana-mana, tidak betul. Kalau dilihat dari sini sebagian besar kenaikan utang buat bayar bunga utang, belanja barang, dan belanja pegawai,” ujarnya. (sh/antaranews/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI: