Terkait Natuna, Presiden: Soal Kedaulatan Tidak Ada Tawar-Menawar

0
112

Sumber: mediapurnapolri.net

Jakarta, Liputanislam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menanggapi terkait adanya pelanggaran wilayah yang dilakukan kapal China dengan memasuki Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Presiden menegaskan, persoalan wilayah dan kedaulatan tidak ada tawar-menawar.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (6/1) siang.

“Saya kira statemen yang disampaikan sudah sangat baik bahwa tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita,” tegasnya.

Sikap Indonesia sendiri sudah sangat jelas dan tegas terkait perairan Natuna. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu), Retno Marsudi telah menyampaikan sikap resmi pemerintah Indonesia. Pertama, telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal Tiongkok di wilayah ZEE Indonesia.

Kedua, wilayah ZEE Indonesia telah ditetapkan oleh hukum internasional yaitu United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS 1982). Ketiga, Tiongkok merupakan salah satu partisipan dari UNCLOS 1982. Oleh karena itu merupakan kewajiban bagi Tiongkok untuk menghormati implementasi dari UNCLOS 1982.

Baca: Kemenag Terus Gencarkan Gerakan Moderasi Beragama

Keempat, Indonesia tidak pernah akan mengakui nine dash line atau klaim sepihak yang dilakukan oleh China. “Indonesia tidak pernah akan mengakui nine dash line atau klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum internasional terutama UNCLOS 1982,” tegas Menlu Retno. (aw/setkab/tempo).

 

DISKUSI: