Tangkal Covid-19, UIN Malang Buat Produk Kabut Anti Virus

0
196

Sumber: suryamalang.tribunnews.com

Malang, Liputanislam.com– Berbagai hal dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam upaya mencegah dan menangkal penyebaran virus corona (covid-19). Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang, Sri Harini mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang membuat inovasi teknologi menangkal virus dalam bentuk Kabut Anti Virus (KAVi) yang didesain dalam sebuah bilik.

“Bilik KAVi ini sangat hemat dan merata, karena bentuknya bukan spray, tetapi uap atau kabut yang partikel-partikelnya sangat kecil,” ucapnya di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (25/3).

Menurut Harini, sesuai namanya, KAVi bekerja dalam sebuah bilik yang menyemprotkan kabut hand sanitizer. Air yang disemprotkan sudah dalam bentuk kabut sehingga lebih merata, namun hemat. Untuk membuat alat ini, bahan yang diperkukan meliputi: humidifizer yang dimodifikasi mengubah air menjadi kabut, bilik pembasmi virus, selang penghubung humidifizer ke dalam bilik, serta satu liter hand sanitizer dengan kadar alkohol 70%.

Terkait cara membuatnya, ia menjelaskan, isi humidifizer dengan satu liter hand sanitizer 70%. Nyalakan humidifizer tersebut dan masukan selang penghubung ke dalam bilik. Setelah kabut masuk dan penuh maka bilik bisa difungsikan. Sebelum masuk ruangan, pegawai UIN Maliki harus masuk ke bilik KAVi terlebih dahulu.

“Satu liter hand sanitizer bisa digunakan selama lima hingga tujuh jam. Inovasi ini diprakarsai oleh Dr Imam Tazi, Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang bersama mahasiswa Jurusan Fisika. Inovasi ini akan kami dorong ke seluruh Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya.

Baca: Berdasar Simulasi, Pangdam Jaya Sebut Pasien Positif COVID-19 di Jakarta Bisa Sampai 8.000 Orang

Selain itu, pihak UIN Malang juga telah melakukan beberapa upaya lain untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Aksi tersebut antara lain: sterilisasi kampus dengan penyemprotan disinvektan, produksi massal hand sanitizer, produksi obat dan coklat antioksidan berbahan kelor, dan  kabut penyemprot mobil.  (aw/kemenag/radarmalang).

DISKUSI: