Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Kuartal II Minus 3,1 Persen

0
111

Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 akan mengalami kontraksi hingga minus 3,1 persen.

Sri Mulyani mengatakan, pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memberikan tekanan yang berat terhadap ekonomi nasional. Sebab, PSBB dilakukan di tempat yang memiliki kontribusi ekonomi yang besar, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

“Ini akan pengaruh kuartal II ada di negatif teritori minus 3,1 persen,” ucap Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/6).

Baca: Ekonom Indef: Ekonomi Indonesia Baru Pulih Tahun 2022

Meski begitu, Sri Mulyani menyampaikan, Indonesia secara teknis belum memasuki resesi ekonomi. Dia juga berharap ekonomi bisa lebih baik pada kuartal selanjutnya.

“Kita kuartal I masih 3 persen, kuartal II mungkin negatif, tetapi kuartal III harapkan mendekati nol persen sehingga secara teknis tidak resesi,” kata

Dia menyebutkan, dengan realisasi pertumbuhan kuartal I 2020 sebesar 2,97 persen, kuartal II dan II masing-masing di ramal minus 3,1 persen dan nol persen, maka pemerintah setidaknya harus mengejar pertumbuhan ekonomi 2,43 persen pada kuartal IV agar pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun bsia mencapai 2,3 persen.

Dia mengungkapkan, ekonomi Indonesia secara keseluruhan akan sangat ditentukan oleh pemulihan di kuartal III dan IV. Jika pada kuartal tersebut, ekonomi tidak membaik, proyeksi perekonomian 2020 akan semakin memburuk.

Untuk itu, menurutnya, agar ekonomi pada kuartal III kembali positif, pemerintah harus berjuang dengan sekuat tenaga dengan meningkatkan efektivitas sejumlah stimulus yang telah disiapkan. (sh/kontan/katadata/detik)

 

DISKUSI: