Sri Mulyani: Ekonomi RI Lebih Berat Tanpa Utang

0
84

LiputanIslam.com— Bank Dunia melaporkan Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara berpendapatan kecil-menengah dengan jumlah utang luar negeri (ULN) terbesar pada 2019.

Total utang Indonesia pada 2019 mencapai 402,08 miliar dolar AS atau sekitar 5,907 triliun (kurs Rp 14.693 per dolar AS). Dengan jumlah utang tersebut, Indonesia berada di posisi ke enam di daftar 10 negara Bank Dunia.

Pada tahun ini, Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia per Agustus meningkat menjadi 413,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 6.074 triliun. ULN tersebut tumbuh 5,7 persen lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,2 persen.

Peningkatan utang ini dipengaruhi oleh pinjaman multilateral untuk menangani pandemi Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ekonomi Indonesia akan lebih berat jika Indonesia tidak menggunakan utang.

Baca: Rasio Utang Indonesia Diprediksi Membengkak di Akhir Tahun

Dia menjelaskan, pemerintah mau tidak mau harus menggunakan utang untuk mendorong perekonomian di tengah pendapatan pajak yang merosot dan aktivitas ekonomi yang lumpuh.

“kalau kita tidak suka utang, kita mungkin akan mengurangi defisit, tapi mungkin dampaknya terhadap kondisi masyarakat, ekonomi akan menjadi lebih berat,” kata Sri Mulyani, Rabu (18/11).

Dia menyampaikan, pemerintah pada tahun ini telah menetapkan defisit APBN sebesar 6,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Keputusan ini akan menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengatur eksposur fiskal defisit dan utang negara.

Dia menilai, di masa pandemi ini, pemerintah juga harus memastikan agar distribusi pendaptan tidak semakin memburuk sehingga tidak berdampak pada kebijakan fiskal. (sh/liputan6/cnnindonesia)

 

DISKUSI: