Sepanjang Pekan, Rupiah Berada di Tren Pelemahan

0
38

Sumber: beritasatu.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini berada dalam tren pelemahan meski pada akhir pekan mengalami penguatan.

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah pada awal pekan Selasa (26/5) berada di posisi Rp 14.755 per dolar AS. Pada Rabu (27/5), rupiah menguat ke posisi Rp 14.710 per dolar AS dan Pada Kamis (28/5) melemah ke posisi Rp 14.715 per dolar AS. Pada akhir pekan, rupiah berada di posisi Rp 14.723 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, nilai tukar rupiah saat ini masih undervalue dan ke depan akan kembali menguat ke nilai fundamentalnya.

Baca: Penutupan Perdagangan, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.610 per Dolar AS

“Ke depan nilai tukar rupiah akan menguat ke fundamentalnya. Fundamental diukur dari inflasi yang rendah, current account deficit (CAD) yang lebh rendah, itu akan menopang penguatan rupiah. Aliran modal asing yang masuk ke SBN juga memperkuat niali tukar rupiah,” jelasnya.

Perry menyampaikan, inflasi pada April 2020 sebesar 2,67 persen, masih lebih rendah dibandingkan Afrika Selatan dan India, sehingga riil return yang dihasilkan jauh lebih tinggi. inflasi bulan Mei juga diprediksi akan lebih rendah.

“Berdasarkan Survei Pemantauan Harga sampai minggu keempat, kami perkirakan pada Mei inflasi sangat rendah, yaitu 0,09 persen month to month. Secara tahunan adalah 2,21 persen,” ujarnya.

Selain itu, CAD pada kuatal I 2020 juga jauh membaik dibandingkan tahun sebelumnya. CAD pada kuartal I 2020 tercatat 1,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya 2,8 persen dari PDB.

Faktor-faktor tersebut membuat BI optimis aliran modal akan kemabli masuk ke pasar obligasi Indonesia ketika sentimen pelaku pasar semakin membaik dan membuat rupiah kembali menguat. (sh/medcom/cnbcindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: