Said Didu Mangkir, Polisi Akan Kirim Surat Panggilan Kedua

0
170

Sumber: rri.co.id

Jakarta, Liputanislam.com– Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Asep Adisaputra mengatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan surat panggilan kedua kepada mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang mangkir pada panggilan pertama Senin (4/5) kemarin. Pemanggilan itu terkait laporan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Pada Senin (4/5), saudara Said Didu tidak hadir dengan alasan mengikuti PSBB dan memperhatikan jarak atau physical distancing. Maka, kami akan menerbitkan surat panggilan kedua kepada Said Didu,” ujarnya di Jakarta pada Selasa (5/5).

Sebelumnya pada Senin (4/5) kemarin kuasa hukum Said Didu, Helvis memang datang ke Bareskrim Mabes Polri Jakarta Selatan, untuk menyampaikan permohonan penundaan pemeriksaan. Menurutnya, Said Didu ingin penundaan pemeriksaan dilakukan sampai kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinyatakan berakhir.

“Hari ini harusnya Said Didu datang. Tetapi, untuk menghargai PSBB maka ia minta penundaan sampai berakhirnya PSBB di Kota Tangerang yang merupakan wilayah tempat tinggalnya. Lagian usianya juga sudah rentan, jadi nanti berisiko untuk terkena virus corona,” ucapnya.

Helvis mengaku, Said tidak sedikit pun berniat melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong sebagaimana yang dilaporkan Menko Luhut Binsar Pangjaitan melalui kuasa hukumnya.

“Apa yang telah dilakukan Said di akun Youtube-nya yang bernama MSD adalah ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Tapi, kalau memang ada yang merasa kurang sesuai harapan dari konten tersebut, ya itu haknya,” tandasnya.

Baca: Kabar Duka, Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia

Seperti yang telah diberitakan, Said Didu dilaporkan oleh bernama Arief Patramijaya atas dugaan terkait muatan penghinaan dan pencemaran nama baik. Said Didu diduga telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (aw/republika/tempo).

 

 

DISKUSI: