Rupiah Tembus Rp 14.500 per Dolar AS, BI: Itu Faktor Domestik

0
119

Sumber: monitor.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (3/7) pukul 10.00 WIB mengalami pelemahan hingga ke posisi Rp 14.545 per dolar AS. Rupiah melemah 167,5 poin atau 1,16 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah masih bisa stagnan di posisi Rp 14.305 per dolar AS. Akan tetapi, tidak lama rupiah langsung masuk ke zona merah di posisi Rp 14.500 per dolar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Waluyo mengatakan, depresiasi rupiah dipengaruhi oleh masalah-masalah domestik. Rupiah menjadi salah satu mata uang yang terpuruk di kawasan Asia.

Baca: Awal Pekan, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.277 per Dolar AS

“Misalnya ada second wave Covid-19, kemudian ada isu beredar dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang burden sharing (bagi-bagi beban) berakibat rupiah sampai pagi ini tertekan,” kata dia, Jumat (3/7).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat, jumlah pasien positif corona per 2 Juli 2020 mencapai 59.394 orang. Angka tersebut meningkat 2,81 persen atau sebanyak 1.624 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Jumlah 1.624 dalam sehari merupakan rekor tertinggi sejak Indonesia terserang virus corona pertama kali pada awal Maret. Hal ini menunjukkan peningkatan kasus corona di Indonesia semakin melesat.

Jika jumlah kasus positif corona semakin meningkat, pemerintah tidak menutup kemungkinan akan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika demikian, maka roda ekonomi tidak akan bergerak.

Selain itu, pelaku pasar juga khawatir terhadap skema pembiayaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam hal ini, BI akan menyerap obligasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai kepentingan tanpa bunga. Total kebutuhan pendanaannya mencapa Rp 397 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai program kesehatan, perlindungan sosial, dan sebagainya. (sh/kompas/cnbcindonesia)

 

 

 

DISKUSI: