Rupiah Tembus ke Posisi Rp 14.765 per Dolar AS

0
65

Sumber: market.bisnis.com

LiputanIslam.com— NIlai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagnagan Selasa (8/9) melemah ke posisi Rp 14.765 per dolar AS. Rupiah melemah 0,41 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan menurut kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah dari posisi Rp 14.754 per dolar AS ke posisi Rp 14.798 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen eksternal, yaitu rencana pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).  Rencana pertemuan yang berfokus pada inflasi bank, terjadi setelah mata uang Euro mencapai level tertinggi.

Baca: Pagi Hari Ini, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.585 per Dolar AS

“Rapat kebijakan ini terjadi setelah mata uang Euro mencapai level tertinggi, di atas 1,20 dolar AS pada awal bulan September serta komentar dari kepala ekonom ECB Philip Lane untuk menurunkan mata uangnya agar tidak dapat di manfaatkan oleh para spekulan,” kata dia.

Selain itu, konflik AS dan China kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump hendak mengekang hubungan ekonomi antara kedua negara dalam konferensi pers Gedung Putif kemarin. Kondisi ini diperparah dengan adanya demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Hong Kong.

“Apalagi Hong Kong telah terjadi demonstrasi besar-besaran yang berujung bentrokan dengan aparat kepolisian Hong Kong dan terjadi penangkapan 100 lebih aktivis yang menginginkan pemilu di percepat,” ujarnya.

Dari dalam negeri, pasar khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi yang negatif di kuartal III 2020. Ekonomi Indonesia pada kuartal tersebut diperkirakan akan terkontraksi -2 persen dibandingkan dengan

“Pertumbuhan ekonomi dalam negeri di kuartal III kemungkinan akan kontraksi -2 persen sampai dengan 1 persen di bandingkan dengan negara lainnya seperti AS, Singapura dan negara-negara Eropa yang terkontraksi lebih dalam akibat pandemi Covid-19 yang sampai saat belum ada tanda-tanda menurun,” tuturnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

DISKUSI: