Rupiah Menguat ke Posisi Rp 16.500 per Dolar AS

0
468

Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kurs rupiah berhasil menguat setelah berhari-hari mengalami pelemahan. Rupiah pada perdagangan Selasa (24/3) bergerak ke posisi Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,45 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia menempatkan rupiah di posisi Rp 16.486 per dolar AS. Posisi tersebut menguat dibandingkan perdagangan Senin (23/3) di posisi Rp 16.608 per dolar AS.

Baca: Ekonom Prediksi Rupiah Masih akan Melemah

Menurut Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong, meskipun rupiah mengalami penguatan, tapi masih bersifat sementara. Sebab, wabah virus corona masih memakan korban dan menyebar ke wilayah baru.

“Penguatan tidak hanya terjadi di rupiah, tapi semua mata uang memang rebound terhadap dolar AS. Jadi penguatan ini hanya bersifat sementara dan dipengaruhi segi teknikal saja,” kata dia, Selasa (24/3).

Hal yang sama disampaikan Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. Dia mengatakan, penguatan rupiah terjadi lebih karena faktor teknikal.

“Penguatan rupiah lebih karena faktor teknikal dan dijaga oleh Bank Indonesia. Selain itu karena ada data virus corona diumumkan setelah pasar tutup,” ujarnya.

Dia menyampaikan, rupiah masih dibayangi sentimen negatif seiring bertambahnya kasus virus corona. Berdasarkan data di laman covid19.go.id, jumlah kasus posisif per 24 Maret 2020 mencapai 686 kasus. Sebanyak 30 pasien sembuh dan 55 meninggal dunia.

“Ini yang akan menjadi sentiment negatif terhadap rupiah di hari Kamis. Apalagi Rabu juga akan dirilis data virus corona yang kemungkinan terus meningkat,” kata dia. (sh/tempo/tribunnews)

 

DISKUSI: