Ekonom Prediksi Rupiah Masih akan Melemah

0
99

Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terus tertekan dampak ekonomi virus corona. Pada perdagangan Jumat (20/3), rupiah ditutup di posisi Rp 16.273 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 3,57 presen dibandingakn perdagangan hari sebelumnya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi, pelemahan rupiah akan berlanjut pada awal pekan Senin (23/3). Sebab, jumlah kasus virus corona di Indonesia meningkat dengan peningkatan korban meninggal.

“Sentimen pasar di hari Senin (23/3) masih akan tergantung dari kebijakan pemerintah yang di ambil pada akhir pekan terkait wabah ini. Selain itu, kondisi dari penanganan virus corona di AS dan Eropa juga akan berpengaruh,” kata dia, Minggu (22/3).

Baca: Dampak Corona, Rupiah di Atas Rp 16.000 per Dolar AS

Dia memperkirakan, rupiah pada awal pekan akan berada pada kisaran Rp 15.900 per dolar AS hingga Rp 16.300 per dolar AS.

Sementara itu, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menilai, rupiah akan menyentuh posisi Rp 16.350 per dolar AS. Rupiah, menurutnya, akan melemah karena kepanikan pasar terhadap virus corona belum mereda.

“Dalam perdagangan pekan depan di hari Senin, rupiah akan kembali melemah ke level Rp 16.160 hingga Rp 16.350 per dolar AS,” ujarnya.

Dia menyarankan, Bank Indonesia sebaiknya tidak lagi memangkas suku bunga acuan untuk meredam kepanikan pelaku pasar karena justru bisa meningkatkan kepanikan. Jika pelaku pasar semakin panic, rupiah akan semakin melemah.

“Bank Indonesia fokus melakukan intervensi di pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), karena saat ini kepanikan pasar yang mengakibatkan rupiah melemah,” terangnya.  (sh/kontan/market.bisnis)

DISKUSI: