Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.620 per Dolar AS

0
163

Sumber: tempo.co

LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/10) pagi menguat ke posisi Rp 14.620 per dolar AS. Rupiah menguat 12 poin atau 0,09 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menilai, penguatan rupiah dapat tertahan karena pelaku pasar masih mewaspadai demo penolakan Ombibus Law.

“Pasar masih mewaspadai demo buruh hari ini, potensi kisaran Rp 14.600 sampai Rp 14.750 per dolar AS,” kata dia, Kamis (22/10).

Baca: Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.725 per Dolar AS

Kemudian, rupiah juga dibayangi oleh kelanjutan pembicaraan paket stimulus ekonomi AS. Semakin lama stimulus tersebut dikeluarkan, pemulihan ekonomi AS semakin tertekan sehingga bisa menimbulkan kekhawatiran pasar dan mendorong penguatan dolar.

“Penguatan rupiah bisa tertahan hari ini karena pembicaraan lanjutan stimulus fiskal AS tidak berjalan mulus yang bsia menunda dikeluarkannya stimulus sesudah pemilu AS,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan, masih ada sejumlah pendapat yag berbeda, tapi pihaknya sudah memasuki tahapan negosiasi yang baru.

Selain itu, Presiden Trump juga ingin mencapai kesepakatan. Dia optimis, kesepakatan tersebut dapat dicapai dalam hitungan hari.

Pada pagi hari ini, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Won Korea melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, bath Thailand minus 0,12 persen, yen Jepang minus 0,1 persen, yuan China minus 0,09 persen dan dolar Singapura minus 0,04 persen. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia/kompas)

 

DISKUSI: