Rupiah Dekati Posisi Rp 15.000 per Dolar AS, Ini Langkah BI

0
95

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan mendekati posisi Rp 15.000 per dolar AS. Jatuhnya rupiah ini terjadi karena sentimen negatif virus corona.

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah Redjalam menuturkan, penyebaran virus corona ke beberapa negara di luar China telah menyebabkan kekhawatiran tinggi di pasar keuangan global.

Dia berpendapat, para investor meyakini bahwa wabah virus corona tidak akan mudah diselesaikan dan membutuhkan waktu yang lama untuk menanganinya.

Baca: Rupiah Jatuh ke Posisi Rp 14.500 per Dolar AS

“Investor global yang sudah menunggu sekian lama sekarang meyakini bahwa wabah ini tidak akan mudah diatasi,” kata dia.

Dalam hal ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan melakukan tiga intervensi untuk membendung pelemahan rupiah.

Pertama, dengan menjual valas untuk mengendalikan nilai tukar rupiah. Kedua, melalui aktivitas jual beli valas di dalam negeri atau Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). Terakhir, melalui pembelian surat berharga negara (SBN) yang dilepas investor asing.

Perry mengungkapkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperkecil dampak corona terhadap perekonomian Indonesia.

“Kami koordinasi secara erat untuk stabilkan makroekonomi kita. Koordinasi dengan presiden, menko perekonomian, menkeu, memitigasi pengaruh corona,” ungkapnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI: