Redam Dampak Corona, Menkeu akan Evaluasi Kebijakan Ekonomi

0
87

Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan mengevaluasi stimulus kebijakan fiskal untuk meredam dampak virus corona senilai Rp 10,3 triliun.

Pemerintah telah menerbitkan dua paket kebijakan peredam dampak virus corona terhadap ekonomi dalam negeri. Untuk paket pertama, alokasi yang disiapkan sebesar Rp 10,3 triliun dan sebesar Rp 22,9 triliun untuk paket kedua.

Menkeu mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang jika ada anggaran yang tak sesuai dengan kondisi saat ini. Dengan kata lain, paket tersebut akan disesuaikan dengan situasi yang terjadi di lapangan.

Baca: Dampak Virus Corona, BI: Pertumbuhan Ekonomi Bisa di Bawah 5 Persen

“Di dalam konteks ini stimulus akan kami kaji ulang, untuk pariwisata mungkin akan kami sesuaikan lagi,” kata Sri Mulyani, Jumat (20/3).

Dia menyampaikan, pemerintah akan memprioritaskan tiga hal, yakni sektor kesehatan, social safety net, dan dunia usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM).

“Kalau terjadi banyak sekali hal-hal yang berubah kami juga harus segera melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pemerintah tengah mengkaji untuk menerbitkan paket kebijakan fiskal jilid ketiga dan sektor kesehatan akan menjadi poin pertama di dalamnya.

Terkait hal ini, Peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menuturkan, paket stimulus yang dikeluarkan pemerintah diperlukan untuk mencegah ancaman resesi global.

“Perlu stimulus untuk mencegah dampak negatif jangka panjang dari perlambatan ekonomi global yang saat ini tengah berlangsung,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Pieter Abdullah menilai, paket kebijakan tersebut tidak akan efektif selama kasus virus corona masih meningkat.

“Sebaiknya pemerintah fokus kepada upaya penanggulangan agar wabah virus corona dapat dihentikan,” terangnya. (sh/katadata/cnnindonesia)

DISKUSI: