Dampak Virus Corona, BI: Pertumbuhan Ekonomi Bisa di Bawah 5 Persen

0
388

Sumber: posjateng.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) mengatakan dampak penyebaran virus corona bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga di bawah 5 persen.

Deputi Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan, jika pemerintah tidak membuat sejumlah kebijakan untuk mengatasi situasi ini, pertumbuhan ekonomi akan jatuh di bawah 5 persen.

“iya (pertumbuhan ekonomi bisa di bawah 5 persen) kalau kita tidak melakukan apa-apa,” kata dia di Jakarta, Jumat (28/2).

Baca: LIPI Minta Pemerintah Waspadai Ancaman Inflasi Akibat Virus Corona

Dia menerangkan, banyaknya negara yang terinfeksi virus corona membuat pasar ketakutan. Hal ini terbukti dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan menjadi 3 persen.

“Kondisi itu menimbulkan ketakutan. Market itu memang berpengaruh. Tapi BI tetap di market. Kami akan terus monitor,” ucapnya.

Selain itu, virus corona juga menyerang sektor pariwisata. Dengan terhambatnya penerbangan dari dan ke China, terjadi penurunan wisatawan yang berlibur dari China. Padahal, wisatawan tersebut berkontribusi dalam penambahan devisa negara sebesar 1,2 miliar hingga 1,5 miliar dolar AS.

Dia menilai, sektor pariwisata ini sulit diatasi karena wisatawan tidak akan melakukan perjalanan jika virus tersebut belum teratasi.

Dalam hal ini, kata dia, BI dan Pemerintah akan mengeluarkan banyak stimulus agar dampak virus corona bisa dimitigasi.

“Kalau kami lakukan stimulus, dampaknya bisa dimitigasi. Kami harus waspada, iya. Tapi sampai terpuruk krisis gitu, enggak. Insyaallah enggak,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede menilai, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi diperlukan sinergi otoritas fiskal dan moneter secara menyeluruh.

“Kalau itu berjalan beriringan dan bersinergi, pertumbuhan enam persen juga bisa tercapai,” kata dia. (sh/antaranews/kumparan)

DISKUSI: