Ramai isi Khutbah dan Sertifikasi Dai, ini Penjelasan Stafsus Menag

0
101

Sumber: kronologi.id

Jakarta, Liputanislam.com– Staf khusus Menteri Agama (Stafsus Menag)  bidang Hubungan Antarorganisasi Kemasyarakatan Sosial dan Komunikasi Publik, Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) menjelaskan terkait ramainya pemberitaan terkait isu penyeragaman isi khutbah dan sertifikasi dai oleh Kemenag. Menurutnya, seringkali pemberitaan yang disampaikan ke publik tidak utuh, sehingga menimbulkan respon berlebihan.

“Saya rasa ini ada informasi yang tidak utuh yang sampai ke masyarakat, penting saya jelaskan, itu tidaklah benar,” ucapnya di Jakarta pada Kamis (30/1).

Gus Ubaid menjelaskan bahwa Menag Fachrul Razi di beberapa forum atau sambutan hanya menceritakan tentang kegiatan dan kehidupan beragama di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Semua khatib disana disertifikasi oleh negara, bahkan isi khutbahnya pun di atur. Alasan pemerintah di kedua negara itu melakukan hal tersebut untuk mencegah propaganda  yang memecah belah. Dan di setiap akhir khutbahnya  itu para khatib doanya ditutup dengan doa untuk kedamaian negaranya dan pemimpinnya.

“Menteri Agama hanya mencontohkan bukan berarti menerapkan di Negara Indonesia,” tegasnya.

Hanya saja, terkait doa untuk keselamatan dan kemajuan bangsa, serta perkembangan moderasi beragama, hal itu merupakan sesuatu yang baik. Dan Indonesia sendiri sudah lama mempraktikkannya. Kehidupan beragama dan bernegara sudah lama berjalan sangat baik di Indonesia.

Baca: Plt BPIP: Tingkatkan Toleransi Dengan Kreasi dan Prestasi

Sementara terkait sertifikasi dai atau penceramah, Gus Ubaid menerangkan bahwa Kemenag tidak mewajibkan dan hanya memfasilitasi bagi yang berkeinginan saja. “Menag mengatakan tidak mewajibkan, akan tetapi Kementerian agama akan memberikan sertifikat kepada dai yang berkenan,” jelasnya. (aw/republika).

DISKUSI: