Quraish Shihab: Puasa itu Meneladani Sifat Allah

0
101

Sumber: jatman.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Cendekiawan Muslim Indonesia yang juga Pendiri Pusat Studi Al-Quran, M. Quraish Shihab mengatakan bahwa salah satu definisi tertua dari beragama itu adalah meneladani sifat-sifat Tuhan.  Definisi itu menurutnya adalah definisi yang paling bisa diterima oleh banyak agamawan, apapun agama yang ia yakini. Terlebih bagi seorang yang beragama Islam atau muslim.

“Tuhan itu kan sifatnya indah-indah, maka kalau beragama, teladanilah sifat-sifat Tuhan. Kalau dalam khazanah Islam, ada riwayat yang mengatakan takhallaquu bi Akhlaaqillah (berperilakulah seperti perangainya Allah)”, terangnya pada acara Shihab & Shihab selama Ramadan di Narasi.tv, seperti dilansir bincangsyariah.com pada Rabu (29/4).

“Lalu, meneladani sifat Tuhan pada saat berpuasa, dimana tempatnya? Berpuasa itu harus kita niatkan meneladani perilaku atau sifa-sifat Tuhan. Misalnya, kita tahu bahwa kebutuhan paling mendasar manusia sebenarnya adalah kebutuhan fa’ali (fisik/badan), seperti makan, minum, berhubungan seksual dengan pasangan. Nah, Allah terbebas dari itu semua. Tidak butuh. Maka kita belajar, niatkan, untuk meneladani sifat-sifat Allah,” ucapnya.

Sifat lain dari Allah adalah Maha Mengetahui. Maka jadikanlah berpuasa ini sebagai momen untuk mengetahui, dan mengenal sebanyak-banyaknya tentang diri kita. Belajar dan mengetahui banyak hal agar bermanfaat buat kita. Misalnya dengan banyak membaca Al-Qur’an, bertadarus.

Baca: Pakar Tafsir Ungkap Keistimewaan Makan Sahur

Allah juga punya sifat Maha Memberi, maka belajarlah lewat ibadah puasa ini untuk melakukan kedermawanan sebisa mungkin. Imam al-Ghazali pernah mengatakan bahwa sifat Allah yang ada 99, yang sering disebut sebagai Asmā al-Husnā’ itu seluruhnya bisa diteladani oleh manusia kecuali satu yaitu sifat ketuhanannya. (aw/bincangsyariah).

DISKUSI:
SHARE THIS: