Quraish Shihab: Penolakan Jenazah Covid-19 Tidak Dibenarkan

0
261

Sumber: viva.co.id

Jakarta, Liputanislam.com– Cendekiawan Muslim sekaligus Pakar Tafsir Indonesia, KH Quraish Shihab menanggapi soal munculnya penolakan terhadap jenazah korban virus corona (covid-19) yang terjadi di beberapa daerah di tanah air. Kasus yang belum lama ialah yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Terkait hal itu, Quraish Shihab meminta masyarakat agar menaruh empati sekaligus mengingatkan bahwa penolakan terhadap jenazah tidak dibenarkan agama.

Demikian hal itu ia sampaikan dalam acara Kelas.mu Belajar Live yang mengangkat tema “Menolak Jenazah dalam Pandangan Agama dan Sisi Kemanusiaan” bersama pemandu Alissa Wahid di Jakarta pada Minggu (12/4).

“Apakah anda atau keluarga anda yang bisa jadi mengalami hal serupa rela diperlakukan seperti ini. Ukurlah diri anda ketika memperlakukan orang lain,” katanya.

Menurutnya, selain empati, agama juga mengajarkan sikap baik pada orang yang telah meninggal. Mereka yang masih hidup harus menghormati jenazah dan menguburkan secepatnya. Penguburan terkait proses penciptaan manusia yang berasal dari tanah, dikembalikan ke tempat yang sama, hingga nanti menghadap pada Allah SWT.

Juga tidak ada alasan menahan dan menolak proses pemakaman jenazah korban covid-19. Nabi saw sendiri sudah mencontohkan bagaimana memberlakukan jenazah. Dikisahkan, orang yang berperang melawan Nabi Muhammad SAW saja ketika meninggal harus segera dikubur. Terlebih kedudukan korban wabah ialah syahid.

“Kita lihat tidak ada alasan untuk menghalangi setelah semua protokol dan cara yang ditentukan agama serta kesehatan terpenuhi. Jadi sikap menghalangi atau apapun namanya tidak bisa dibenarkan,” ucapnya.

Baca: Kabar Baik! 65 Pasien Covid-19 Sembuh di Jawa Timur

Quraish juga meminta masyarakat agar tidak takut berlebihan. Rasa takut adalah ekspresi yang wajar, namun ada saat dan cara yang tepat untuk menghindarinya. “Menghalangi penguburan jenazah tidak tepat. Karena itu, bertanyalah pada yang paham. Tidak lantas mengambil sikap yang mencederai hati dan keluarga korban,” tambahnya. (aw/detik/pikiranrakyat).

 

DISKUSI: