Pusat Kajian VTS: Proses Pemulihan Ekonomi Indonesia Perlu Waktu Panjang

0
353

Sumber: jawapos.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pusat Kajian Visi Teliti Seksama (VTS) melakukan riset terhadap dampak pandemi virus corona (Covid-19), salah satunya terhadap perekonomian Indonesia.

Melalui uji simulasi pandemi dengan model sistem dinamik, pandemi Covid-19 di Indonesia akan mereda pada Juni 2020. Akan tetapi, peneliti VTS M Widyar Rahman mengatakan, Indonesia membutuhkan waktu yang panjang untuk memulihkan perekonomian.

“Tentunya proses pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu yang lebih panjang, setidaknya sampai akhir 2021,” kata Widyar, Senin (27/4).

Baca: Core Pertumbuhan Ekonomi Ri -2 Persen pada Tahun Ini

Widyar menerangkan, dampak Covid-19 dapat diatasi melalui peran aktif seluruh warga negara dan kebijakan yang diambil pemerintah untuk menekan penyebarannya.

“Kami memperkirakan, peningkatan permintaan barang dan jasa akan terjadi pada Ramadan dan Idul Fitri, meski tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, sedikit kenaikan permintaan ini belum cukup untuk mengkompensasi cedera pada industri,” terangnya.

Dia melanjutkan, pemenuhan stok yang seharusnya dilakukan dua sampai tiga bulan menjelang Ramadan tidak dapat dilakukan karena impor mandek. Hal ini berdampak besar terhadap perekonomian.

“Jika dibandingkan wabah SARS 2002-2003 yang juga berasal dari China, dampak negative dari merebaknya Covid-19 terhadap perekonomian akan jauh lebih luas,” ujar dia.

Dalam kaitan analisa dampak ini, Visi mengumpulkan berbagai informasi untuk memperkirakan dampak yang terjadi pada perekonomian Indonesia. Studi dilakukan pada Februari hingga awal Maret. Analisa yang dilakukan berawal dengan melihat hubungan ekonomi antara Indonesia dan China, sebagai episentrum awal penyebaran virus.

Dalam 5 tahun terakhir, China selalau menempati tigas mitra dagang utama Indonesia. Sejak 2014, China merupakan negara asal impor dengan nilai terbesar bagi Indonesia. (sh/market.bisnis/republika)

 

DISKUSI: