PT Garam: Impor Garam Sebabkan Harga Garam Anjlok

0
105

Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko mengatakan anjloknya harga garam dalam negeri terjadi karena adanya impor garam.

“Pemerintah mengalokasikan impor kurang lebih di atas 2,5 juta ton. Sehingga secara psikologis PT Garam pelat merah juga menjadi psikologis penurunan harga,” ujar Budi, Jakarta, Selasa (21/1).

Budi menyebutkan, harga garam terus mengalami penurunan sejak awal tahun ini. Perusahaan mematok harga jual garam rata-rata Rp 12.00 per kilogram (kg). Sedangkan, saat ini harga rata-rata garam petambak hanya Rp 600 per kg.

Baca: Harga Anjlok, Petani Garam Butuh Kepastian Harga Garam dari Pemerintah

“harga kita 2019 hancur. Harga pada tahun ini PT Garam dari rata-rata harga tahun yang lalu sekitar Rp 12.00 per kg. Tahun ini hanya bisa menjual rata-rata Rp 600 per kg. Luar biasa bahkan hari ini pun harga garam di truk Rp 300 per kg,” terangnya.

Dia meminta agar pemerintah ke depan bisa tidak mengalokasikan kuata impor garam lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

“Sehingga sesungguhnya untuk kluster aneka pangan ini diminimize khususnya untuk impor-impor itu,” kata dia.

Hal yang sama diungkapkan oleh Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI). Ketua APGRI Muhammad Jakfar Sodikin menilai, anjloknya harga garam karena pemerintah tidak tepat dalam mengeluarkan kebijakan impor garam.

“Stok garam kita di awal tahun 2020 sekitar 1,9 juta ton, hampir 2 juta ton. Ditambah impor sekitar 2,9 juta ton. Jadi stok kita menjadi 4,9 juta ton,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah harus segera mengeluarkan aturan harga garam agar petani tidak mengalami kerugian. Sebab, penetapan harga garam ini akan menolong keberlangsungan hidup petani garam. (sh/republika/detik)

 

DISKUSI: