Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Muhammad Jakfar Sodikin mengatakan petani garam membutuhkan kespastian terkait aturan harga garam dari pemerintah.

Jakfar mengungkapkan, penetapan harga garam dari pemerintah akan menolong keberlangsungan hidup petani. Sebab, harga garam saat ini anjlok hingga Rp 150 per kilogram (kg).

Menurutnya, jatuhnya harga garam disebabkan karena kurang tepatnya kebijakan impor garam yang diambil pemerintah.

Baca: Harga Garam di Indramayu Anjlok hingga Rp 150 per Kg

“Stok garam kita di awal tahun 2020 sekitar 1,9 juta ton, hampir 2 juta ton. Ditambah impor sekitar 2,9 juta ton. Jadi stok kita menjadi 4,9 juta ton,” ujarnya.

Dia menuturkan, dengan stok 4,9 juta ton, stok garam masih lebih 600 ribu ton karena kebutuhan garam nasional hanya sekitar 4,3 juta ton.

Dalam hal ini, pemerintah mengaku impor garam dilakukan untuk memenuhi kebutuhan garam industri sekitar 3-4 juta ton. Sedangkan, garam dalam negeri masih belum bisa digunakan untuk industri karena kualitasnya yang rendah.

Dia menilai, kualitas garam dalam negeri bisa ditingkatkan agar sesuai dengan kualitas garam industri dengan melakukan pengolahan terlebih dahulu.

“Biasanya produksi hanya panen dari tambak. Itu kan belum dilakukan pengolahan. Itu yang dikatakan garam rakyat kualitasnya rendah,” tuturnya. (sh/cnbcindonesia/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*