PSBB Jakarta, BPS: Berdampak Besar Terhadap Perekonomian Indonesia

0
199

Sumber: tempo.co

LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) menilai pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di Jakarta akan berdampak besar ke perekonomian Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kontribusi Jakarta terhadap pertumbuhan ekonomi nasional itu cukup besar. Jakarta memiliki andil 17,7-8 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Untuk itu, Jika perekonomian di Jakarta bermasalah, maka dampaknya besar terhadap perekonomian nasional.

“PDB DKI besar sekali sekitar 17 persen – 18 persen sharenya kepada nasional. Jadi apa yang terjadi di DKI, tentunya berpengaruh besar kepada perekonomian Indonesia,” kata Suhariyanto, Selasa (15/9).

Baca: PSBB Jakarta, Ekonom: Resesi Tak Terhindarkan

Meski begitu, menurutnya, penerapan PSBB jilid dua tidak akan seketat PSBB pada periode Maret sampai Juni lalu. Sebab, aktivitas perkantoran masih bisa berjalan dan rumah makan masih bisa beroperasi. Selain itu, pusat perbelanjaan seperti mal dan pasar tetap bisa berjalan dengan kapasitas 50 persen.

“Kalau kita lihat sebetulya PSBB bukan PSBB total. Untuk kantor 25 persen masih masuk, kemudian untuk restoran makanan minuman boleh buka asal dibawa pulang,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan oleh pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet. Menurutnya, Jika pertumbuhan ekonomi di Jakarta melambat, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan melambat.

PSBB jilid II ini diprediksi akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional kembali negatif pada kuartal III 2020. Jika hal ini terjadi, maka Indonesia secara teknikal sudah mengalami resesi.

“Kalau negatif, maka secara teknikal Indonesia akan terkena resesi sebab mengalami pertumbuhan minus dua kali berturut-turut,” ungkapnya. (sh/tirto/kompas/cnnindonesia)

DISKUSI: