PSBB Jakarta, Ekonom: Resesi Tak Terhindarkan

0
59

Sumber: detik.com

LiputanIslam.com— Keputusan untuk memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah ekonom menilai, Indonesia akan jatuh pada jurang resesi akibat pengetatan PSBB ini.

Ekonom Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia Eric Sugandi mengungkapkan, dengan adanya PSBB jilid II, akitivitas ekonomi di Jakarta akan melambat. Sedangkan, Jakarta memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 16 persen dari GDP Indonesia.

Baca: Anggota DPRD DKI: Kebijakan PSBB di Jakarta Sesuai Perintah Jokowi

Untuk itu, jika pertumbuhan ekonomi di Jakarta jatuh, maka akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tentu ada trade off-nya (pengetatan PSBB) ke pertumbuhan ekonomi karena aktivitas ekonomi akan melambat,” kata dia, Senin (14/9).

Selain itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan PSBB jilid II akan berdampak pada mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan.

Akibatnya, konsumsi rumah tangga secara nasional akan terkontraksi. Jika hal itu terjadi, menurut Bhima, resesi ekonomi pada kuartal III tidak akan bisa dihindari.

“Pekerja yang masuk kantor ke Jakarta kan banyak dari luar Jakarta. Ojol pun meskipun beroperasi jika kantor hanya buka 25 persen, ya sama saja sebenarnya turun juga order-nya,” ujarnya.

Di samping itu, dia menilai, kebijakan PSBB di Jakarta bisa menyebabkan gelombang PHK ketiga. Gelombang ketiga ini diprediksi akan menjadi puncak dari PHK masal.

“Kita memang harus bersiap menghadapi lonjakan pengangguran tahap 3 atau PHK gelombang 3. Gelombang 1 waktu Maret PSBB awal, gelombang 2 itu saat PSBB dilonggarkan, nah harapannya gelombang 3 ini merupakan puncak dari PHK masal,” tuturnya. (sh/medcom/market.bisnis/detik)

 

 

 

 

 

DISKUSI: