Peneliti CIPS Dorong Pemerintah Bebaskan RIPH Selain Bawang Putih

0
298

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Peneliti Center for Indonesia Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mendorong pemerintah untuk memperluas pembebasan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) ke komoditas lain selain bawang putih.

Felippa mengatakan, pembebasan RIPH merupakan terobosan yang baik dalam penyederhanaan proses pengajuan impor produk hortikultura. Komoditas yang diimpor diharapkan bisa segera sampai dan berperan dalam menstabilkan harga di pasar.

“Penyederhanaan proses impor ini idealnya bisa diteruskan untuk memastikan ketersediaannya di pasar,” kata dia, Selasa (31/3).

Baca: Jaga Pasokan, Kemendag Hapus Izin Impor Bawang Putih dan Bombay

Dia mengungkapkan, permintaan pembebasan RIPH sebagai persyaratan impor produk hortikultura perlu dipahami oleh pemerintah secara lebih dalam. Permintaan ini salah satunya bersumber dari panjangnya proses birokrasi, baik di Kemendag maupun Kementerian Pertanian.

“Kalau proses penerbitan kedua dokumen tadi bisa berjalan lebih transparan dan lebih cepat, komoditas yang diimpor diharapkan bisa masuk ke pasar Indonesia tepat waktu dan memang efektif untuk menjaga stabilitas harganya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menyampaikan, kewajiban adanya RIPH merupakan ketentuan mengenai importasi produk hortikultura sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010, Pasal 88 yang menyatakan bahwa impor produk hortikultura wajib memenuhi beberapa syarat.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, bahwa kita diimbau dalam membuat kebijakan harus taat kepada aturan yang berlaku, sehingga perlu dilihat apakah tetap sejalan dengan peraturan yang sudah ada atau tidak,” ujarnya. (sh/liputan6/rilis)

DISKUSI: