PBNU-PP Muhammadiyah: Tak Boleh Tolak Jenazah Pasien Covid-19

0
387

Sumber: merdeka.com

Jakarta, Liputanislam.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyesalkan munculnya penolakan terhadap jenazah pasien virus corona (covid-19) yang terjadi di beberapa daerah, yang salah satunya terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. Kedua ormas terbesar di Indonesia itu meminta masyarakat agar tidak menolak jenazah. Sebab, sebagai muslim harus tetap menghormati dan memberlakukan jenazah dengan baik.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menegaskan tidak boleh ada penolakan terhadap jenazah pasien, terlebih sudah melalui prosedur keamanan dan aturan medis. “Syariat Islam telah mewajibkan kepada kita, umat Islam harus menghormati jenazah, harus diperlakukan dengan baik, tidak boleh diremehkan atau mendapat penghinaan,” ucapnya di Jakarta, pada Rabu (1/4).

“Mengimbau kepada masyarakat, jangan menolak pemakaman jenazah yang meninggal akibat Covid-19, dengan syarat pihak rumah sakit yang menangani sudah betul-betul menjalankan keamanan sesuai aturan medis,” tambahnya.

Kiai Said juga menekanan agar penanganan jenazah pasien corona sesuai prosedur keamanan medis. Juga kepada keluarga harus menuruti aturan medis agar tidak terjadi penularan.  “Keluarga tidak usah membukanya (plastik jenazah) sesuai aturan medis,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir di Yogyakarta pada Kamis (2/4). “Jika pemerintah dan para pihak telah menetapkan kuburan bagi jenazah Covid-19 sesuai protokol, maka tidak sebaiknya warga masyarakat menolak penguburan. Apalagi sampai meminta jenazah yang sudah dimakamkan dibongkar kembali dan dipindahkan,” ujarnya.

Baca: Penguburan Jenazah Pasien Corona Ditolak Warga, ini Penjelasannya

Haedar meminta semua pihak berkorban dan menunjukkan keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan. Warga yang menolak, menurutnya, agar diberi pemahaman karena mungkin terlalu panik dan belum mengerti. “Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia,” tandasnya. (aw/CNN/republika).

 

DISKUSI: