PBNU: Ada Empat Etika yang Harus Dipegang Dalam Dakwah

0
138

Sumber: detik.com

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa ada empat etika yang harus dipegang dalam menjalankan dakwah Islam. keempat etika ini penting dilakukan agar dakwah berhasil dan betul-betul menjadi muslim dan muslimah yang baik.

“Satu, bit-tadrij, step by step, gradual. Kedua, taklilut-taklif, memperkecil, meminimalisir beban; ketiga, ‘adamul jarh, tidak menyakiti; keempat, almas-uliyyah, bertanggungjawab. Artinya, kalau kita menjalankan syariat Islam itu, hendaknya lahir dari kita sendiri. Bukan dipaksa,” ucapnya saat di satu acara televisi swasta di Jakarta pada Kamis (30/1).

Menurutnya, dakwah itu merupakan ajaran agama yang baik dan harus juga dilakukan dengan cara yang baik. Dalam dakwah tidak ada kata cacian dan makian. “Yang namanya mencaci maki itu dilarang oleh Al-Quran,” ungkapnya.

Nabi Saw dan para ulama terdahulu telah mencontohkan cara dakwah yang baik, yakni mengutamakan akhlak mulia dan bergaul dengan baik. “Zaman Nabi Muhammad, para ulama sampai Wali Songo dalam mendakwahkan, menyampaikan agama Islam, berangkat dari akhlakul karimah. Tutur kata yang baik, pergaulan yang baik, menyikapi perbedaan dengan santun. Itu yang dilakukan oleh para Wali Songo, ulama-ulama kita,” katanya.

Baca: Plt BPIP: Tingkatkan Toleransi Dengan Kreasi dan Prestas

“Karena misalkan, saya mengajak orang masuk Islam atau mengikuti Islam dengan cara yang kasar, malah nanti orang jadi lari dari Islam itu sendiri. Jadi alergi atau ngeri menjadi Islam itu sendiri. Tapi kalau menyampaikannya itu dengan baik, orang akan simpati,” tambah Kiai Said. (aw/NU).

 

DISKUSI: