Pagi Hari, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.695 per Dolar AS

0
76

Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/2) pagi menguat ke posisi Rp 13.695 per dolar AS. Rupiah menguat 0,12 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia menempatkan rupiah di posisi Rp 13.686 per dolar AS. Posisi tersebut menguat dibandingkan dengan hari sebelumnya RP 13.708 per dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah dipicu oleh sentiment imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menurun di bawah 1,6 persen.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.715 per Dolar AS

“Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang turun lagi di bawah 1,6 persen bisa menahan pelemahan rupiah dan mungkin mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS,” ujar dia, Selasa (11/2).

Meski menalami penguatan, dia menilai, rupiah berpotensi melemah karena kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona. Jumlah korban yang terjangkit virus tersebut semakin bertambah sehingga berpotensi menekan rupiah.

“Ini berpotensi menekan rupiah,” ucapnya.

Sementara itu, Bank Sentral China People’s Bank Of China (PBoC) dikabarkan kembali menyuntikan dana ke pasar sebesar 100 miliar yuan atau sekitar 14,3 miliar dolar AS. Hal ini bisa menjadi angina positif bagi rupiah.

“Ini bisa memberikan sentimen positif ke pasar aset berisiko termasuk rupiah,” kata dia.

Dia memprediksi, rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 13.670 per dolar AS sampai Rp 13.720 per dolar AS. (sh/cnnindonesia/antaranews)

 

 

DISKUSI: