NU-Muhammadiyah Imbau Masyarakat Patuhi Arahan Pemerintah

0
126

Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Dua organisasi keagamaan dan kemasyarakatan (ormas) terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengimbau masyarakat khususnya kalangan umat Islam agar mematuhi arahan pemerintah terkait langkah-langkah menghadapi ancaman penyebaran virus corona (covid-19). Kedua ormas itu meminta masyarakat agar mengikuti anjuran dan ketentuan yang dibuat pemerintah.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad mengatakan bahwa ketentuan pemerintah harus ditaati oleh semua pihak, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan pendidikan. “Diharapkan semua masyarakat mematuhi arahan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentang protokol kesehatan (untuk mencegah penyebaran Covid-19),” ujarnya di Jakarta pada Senin (16/3).

Menurutnya, surat edaran dan arahan pemerintah yang meminta semua lembaga pendidikan diliburkan atau dialihkan ke pembelajaran online untuk dua pekan kedepan harus ditaati. Arahan itu harus dipatuhi, dan bukan justru digunakan untuk liburan, karena hal itu jelas tidak tepat. Termasuk juga hendaknya menghindari pusat-pusat keramaian atau kerumunan.

“Siswa, siswi, di rumah bukan diam tapi tetap belajar pelajaran yang perlu kita pelajari. Di samping itu yang utama makan makanan bergizi yang baik dan halal, olahraga supaya badan bugar dan jaga kebersihan tubuh,” ucapnya.

Hal senada juga lebih dulu disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini. “Di zona yang penyebarannya sudah sangat masif, kita sarankan untuk shalat di rumah masing-masing. Misalnya di sebagian besar wilayah Jakarta. Di beberapa negara seperti di Kuwait, kita lihat shalatnya juga di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Baca: China Sebut Corona Diproduksi di AS Pada Tahun 2015, Pompeo Minta Beijing Tak Sebar Rumor

“Kemenag sudah mengeluarkan sekitar tujuh fatwa terkait corona, termasuk soal ibadah dan pengurusan jenazah eks pasien corona. Mohon doa dari kita semua agar wabah ini tidak berkepanjangan dan tidak membawa kemudharatan lebih jauh bagi bangsa Indonesia. Amin,” tambahnya. (aw/republika/ayobandung).

 

DISKUSI: