MUI Imbau Masyarakat Tak Saling Berkunjung Saat Idul Fitri

0
134

Sumber: bontangpost.id

Jakarta, Liputanislam.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin AF mengimbau masyarakat agar untuk lebaran Idul Fitri tahun ini tidak saling berkunjung ke rumah. Hal ini harus dipahami dengan baik oleh segenap masyarakat sebagai upaya menghindari semakin menyebarnya wabah covid-19.

“Silaturahim itu kan bisa dilakukan dengan cara yang lain. Memuliakan tamu pun itu kalau dalam kondisi normal kan. Dan tamunya juga harus tahu diri, masak tidak sadar juga dalam kondisi begini,” ucapnya di Jakarta pada Sabtu (16/5).

Menurut Hasanuddin, jika ada tamu yang datang berkunjung, maka kita pemilik rumah perlu mengajak tamu tersebut untuk cukup merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing saja. Bahkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah zona merah, maka sebaiknya melaksanakan salat Id di rumah masing-masing.

“Sebab jika di lapangan atau masjid, tentu akan mengundang kerumunan orang banyak dan ini bisa memicu penularan Covid-19,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hukum salat Idul Fitri adalah sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan. Salat Idul Fitri bisa dilakukan secara sendiri atau berjamaah. Jika berjamaah, maka minimal jamaahnya adalah empat orang, yakni satu imam dan tiga makmum.

“Tidak ada khutbah pun tidak masalah dan tetap sah karena khutbah dalam shalat Id itu bukan rukun. Berbeda dengan shalat Jumat yang salah satu rukunnya adalah khutbah,” terangnya.

Baca: MUI Jateng: Jika Masih Pandemi, Salat Idul Fitri di Rumah

Sementara Sekjen MUI Anwar Abbas juga mengimbau agar untuk sementara waktu tidak saling bersalam-salaman saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. “Kita mengimbau umat dan masyarakat untuk lebih mengedepankan usaha menjaga dan melindungi diri kita masing-masing supaya tidak jatuh ke dalam hal-hal yang akan membahayakan kepada kesehatan dan jiwa kita,” ucapnya. (aw/republika/detik).

DISKUSI: