Muhammadiyah Imbau Warga Tak Paksakan Mudik Lebaran

0
197

Sumber: ahlulbaitindonesia.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengimbau seluruh warga masyarakat tidak memaksakan diri mudik lebaran tahun ini. Terlebih untuk saat ini dampak penyebaran wabah virus corona (covid-19) masih belum meredah.

Menurut Mu’ti mudik adalah tradisi masyarakat Indonesia sebagai bentuk silaturahmi ketika ada perayaan ahri besar keagamaan. Namun begitu yang perlu diingat ialah bahwa mudik bukanlah ajaran inti agama. Karena itu tidak ada masalah apabila tidak mudik.

Untuk kegiatan silaturahmi dapat dilakukan dengan berbagai cara menggunakan kemajuan teknologi, tanpa harus terlebih dahulu bertemu dan berjabat tangan. “Inti silaturahim adalah saling mendoakan, berbagi suka-duka, dan membantu meringankan beban atau masalah,” ucapnya di Jakarta pada Minggu (29/3).

Hal yang sama juga telah dulu disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU, Robikin Emhas menyatakan, sikap menunda mudik penting dipahami masyarakat sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebab, tetap memaksakan diri untuk mudik dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain termasuk keluarga. “Kita tidak pernah tahu di tengah perjalanan menuju kampung halaman bisa saja tanpa sadar terjadi kontak fisik dengan orang yang terpapar Covid-19,” ucapnya.

Baca: Terkait APD, Jazuli Minta Pemerintah Tanggapi Serius Surat PB IDI

“Fiqih muamalah mengajarkan kepada kita jalbul-mashalih wa daf’ul-mafasid. Seluruh hal untuk meraih kemaslahatan dan menolak kemafsadatan atau kerusakan sesungguhnya adalah bagian dari perintah syariat,” tambahnya. (aw/LI/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS: