MPR Setujui Presiden Larang Impor Rapid Test dan PCR

0
54

Sumber: Kementerian Kesehatan

LiputanIslam.com — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyetujui langkah Presiden Joko Widodo yang melarang kementerian melakukan impor pemenuhan “rapid test”, polymerase chain reaction (PCR), alat pelindung diri, masker, hingga obat-obatan karena kemampuan produksi dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan nasional dalam menangani pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Jokowi meminta para menteri untuk belanja dengan menyerap anggaran penanganan COVID-19.

“Percepat belanja. Belanjanya produk dalam negeri. Termasuk sekarang obat-obatan. kalau perlu stok enggak apa-apa. Tapi stok obat dalam negeri,” Kata Jokowi dalam video rapat terbatas pada 7 Juli yang diunggah biro pers Istana, Rabu (8/7/2020).

Selain obat-obatan, Jokowi juga meminta alat kesehatan seperti masker dan alat pelindung diri (APD) dibeli dari dalam negeri.

“Apalagi hanya masker, banyak kita produksinya. APD, 17 juta produksi kita per bulan. Padahal kita pakainya hanya 4-5 juta,” kata dia.

Bamsoet pun mendorong seluruh kementerian didorong untuk belanja dari dalam negeri sehingga bisa menggairahkan geliat ekonomi nasional sekaligus mendorong produktifitas produksi dalam negeri.

“Kebijakan tersebut sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap industri dalam negeri,” ujarnya saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada pengurus Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan, dan Industri Indonesia (ARDIN Indonesia), di Ruang Kerja Ketua MPR RI.

Baca juga: Rapid Test: Bisnis Menguntungkan yang Menyengsarakan Rakyat

Selain itu menurutnya, pemerintah juga sudah menyiapkan sekitar Rp34 triliun agar Indonesia bisa memproduksi sendiri vaksin COVID-19 dan ditargetkan Februari-April 2020, vaksinnya sudah tersedia dan bisa dinikmati seluruh anak bangsa. Sekaligus menunjukan kedaulatan bangsa ini terhadap vaksin sehingga tidak perlu bergantung kepada negara lain. (Ay/Antara/Tirto)

DISKUSI: