Minggu Keempat April, BI Prediksi Inflasi Sebesar 0,18 Persen

0
218

Sumber: katadata.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada minggu ke empat April akan terjadi inflasi sebesar 0,18 persen. Prediksi tersebut mengacu pada survei pemantauan harga yang biasa dilakukan BI.

BI mencatat, Inflasi minggu ke empat April lebih tinggi secara month to month dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10 persen. Dengan angka tersebut, inflasi April secara tahun kalender akan sebesar 0,94 persen dan secara tahunan sebesar 2,78 persen.

Penyumbang inflasi pada periode ini adalah bawang merah sebesar 0,21 persen, emas perhiasan 0,09 persen, jeruk 0,05 persen, gula pasir 0,02 persen, dan air minum kemasan 0,02 persen.

Baca: Pekan Pertama April, BI Prediksi Inflasi di Angka 0,20 Persen

“Kemudian untuk tahu mentah, tempe, beras dan rokok kretek filter masing masing 0,01 persen month to month,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, Jumat (24/4).

Sementar itu, komoditas yang menyumbang deflasi adalah cabai merah -0,11 persen, daging ayam ras -0,08 persen, telur ayam ras, bawang putih dan angkutan udara masing-masing 0,01 persen month to month.

Onny menyampaikan, inflasi minggu ke empat April masih lebih rendah dibandingkan minggu sebelumya. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih dan harga jeruk.

“Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya yaitu bawang merah dan air minuman kemasan,” ujarnya.

Dia menegaskan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mengawasi dampak penyebaran virus corona terhadap perekonomian Indonesia.

“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” tegasnya. (sh/investordaily/detik)

 

DISKUSI: