Mentan Bantah Kenaikan Harga Cabai

0
69

Sumber: merahputih.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membantah adanya kenaikan harga cabai di pasaran. Dia menyatakan, harga cabai tidak naik berdasarkan hasil pantauan di lapangan.

“Data dari aman itu? Kenyataan lapangan tidak seperti itu,” kata Syahrul, Jakarta, Senin (27/1).

Dia mengatakan, pemerintah saat ini tidak perlu mengintervensi harga komoditas karena suplai dan permintaan pasar yang ada saat ini masih dalam kondisi stabil.

Baca: Harga Cabai di Nganjuk Naik hingga Rp 100 Ribu per Kg

“Untuk sementara, masih dalam range normal, belum perlu intervensi berlebihan. Intervensi berarti petani yang dapat harga baik juga kami batasi,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Startegis (PIHPS), harga cabai merah naik 7,18 persen atau rata-rata nasional dijual seharga Rp 58.250 per kilogram (kg).

Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, harga cabai naik secara drastis sejak dua pekan terakhir. Di tingkat grosir, harga cabai sudah mencapai Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kg. Di tingkat eceran, harga cabai diperkirakan sudah mencapai Rp 100 ribu per kg.

Para pedagang dan petani di sejumlah pasar di Kabupaten Nganjuk mengkonfirmasi bahwa kenaikan harga cabai terjadi karena stok yang semakin menipis.

Setiyoko, seorang pedagang di Pasar Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, menyampaikan, stok cabai di petani sudah menipis karena panen cabai di Nganjuk sudah terjadi sejak Agustus 2019.

“Sebab, petani di wilayah Nganjuk ini sebenarnya sudah panen sejak Agustus 2019 lalu. Sehingga kini stoknya diperkirakan sudah menipis,” kata dia.

Selain itu, Sumiarsih, petani cabai, menyebutkan, para petani yang sebelumnya menanam cabai mulai beralih untuk menanam padi.

“Bahkan sekarang sebagian petani yang sebelumya menanam cabai saat ini sudah merawat padinya,: kata dia. (sh/cnnindonesia/faktualnews)

 

 

 

DISKUSI: