Harga Cabai di Nganjuk Naik hingga Rp 100 Ribu per Kg

0
6

Sumber: republika.co.id

Nganjuk, LiputanIslam.com— Harga komoditas cabai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengalami kenaikan hingga Rp 100 ribu per kilogram (kg) di tingkat eceran.

Kenaikan paling drastis tersebut terjadi pada cabai rawit. Awalnya cabai rawit dibanderol sebesar Rp 40 ribu per kg, kemudian naik sebesar Rp 50 ribu per kg. Saat ini, harga cabai rawit sudah menyentuh Rp 75 ribu kg di tingkat grosir.

Kondisi ini membuat resah para pedagang cabai karena jumlah pembeli semakin berkurang dan rata-rata pembeli mengurangi volume pembelian. Akibatnya, omzet pedagang cabai mengalami penurunan.

Baca: Harga Cabai Turun Jadi Rp 70 Ribu per Kg

Setiyoko, seorang pedagang di Pasar Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, menduga kenaikan harga cabai terjadi karena stok yang semakin menepis.

“Sebab, petani di wilayah Nganjuk ini sebenarnya sudah panen sejak Agustus 2019 lalu. Sehingga kini stoknya diperkirakan sudah menipis,” kata dia, Rabu (22/1).

Dia mengatakan, sejumlah pedagang biasanya mengambil cabai dari daerah Probolinggo untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Akan tetapi, stok cabai di daerah tersebut dikabarkan sudah menipis sehingga tidak ada kiriman ke Nganjuk.

Kenaikan harga cabai juga terjadi di DKI Jakarta. Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga cabai rawit merah mencapai Rp 85 ribu per kg.

Sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati juga menilai, kenaikan harga cabai terjadi karena stok sudah menipis. Subaidiri, pedagang di pasar Kramat Jati, menyebutkan, stok cabai dari petani sudah berkurang karena musim hujan.

“Stoknya memang benar sedikit, dari petaninya kita ambil dari Blitar itu gagal panen karena musim hujan,” ujarnya. (sh/kompas/faktualnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: