Menag: Mudik Saat Pandemi Lebih Banyak Mudaratnya

0
277

Sumber: kemenag.go.id

Jakarta, Liputanislam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Fachrul Razi mengakui bahwa mudik memang tradisi masyarakat Indonesia ketika menjelang hari besar keagamaan seperti lebaran. Namun untuk tahun ini, Menag meminta masyarakat memahami keadaan dan tidak memaksakan diri untuk mudik karena dikhawatirkan akan menyebarkan wabah covid-19 yang lebih luas. Bahkan menurutnya mudik ditengah wabah lebih banyak mudaratnya.

“Potensi penyebaran Covid-19 harus kita antisipasi. Mudik bisa menjadi salah satu faktor. Sehingga, mudik saat pandemik dinilai lebih banyak mudaratnya. Sebab, mudik bisa menjadi sarana tersebarnya Covid-19 ke kampung,” ucapnya di Jakarta seperti dilansir kemenag.go.id pada Rabu (22/4).

“Kalau kita sayang keluarga di rumah, sayang sama orang tua dan saudara di kampung, tahun ini jangan mudik. Silaturahim bisa kita jalin dengan cara lain, misalnya melalui sambungan telepon atau lainnya,” tambahnya.

Menag menjelaskan, kebijakan pemerintah memberlakukan larangan mudik diambil demi kebaikan masyarakat Indonesia. Demi menjaga kesehatan bersama.  “Memang masyarakat kita, termasuk saya dan keluarga, dalam kondisi normal, kalau pertengahan Ramadan biasanya sudah bersiap untuk pulang kampung,” ujarnya.

Baca: Wamenag Minta Perguruan Tinggi Perhatikan Kondisi Mahasiswa

“Tapi, kita tahu bersama bahwa situasi sekarang tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, Pemerintah, dalam hal ini bapak Presiden, mulai 24 April nanti melarang untuk mudik. Dan kami mendukung itu,” sambung Menag. (aw/kemenag/kompas).

DISKUSI: