Masih Ada Masjid Jakarta Paksakan Jumatan, MUI: Patuhi Fatwa

0
338

Sumber: detik.com

Jakarta, Liputanislam.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi dan mengingatkan kembali masjid dan masyarakat yang masih memaksakan diri menggelar salat Jumat di tengah wabah virus corona (covid-19). Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam meminta masyarakat memahami dengan baik keadaan sekarang serta mematuhi arahan pemerintah dan fatwa MUI.

“Gunakan fatwa nomor 14, 17, dan 18 sebagai panduan,” ucapnya di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id pada Sabtu (11/4).

Berdasarkan pengakuan Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi bahwa sebanyak 20 persen dari seluruh masjid di wilayahnya masih menyelenggarakan salat Jumat. Hal itu jelas bertentangan dengan arahan pemerintah dan Fatwa MUI. Praktik tersebut melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang melarang ibadah bersama-sama di tempat ibadah selama masa pandemi Covid-19.

“Iya, sekitar 20 persen masih mengadakan sholat Jumat. Padahal, kami, polisi, dan TNI sudah imbau dan ingatkan beribadah dari rumah saja sejak sebulan yang lalu,” ujarnya.

“Tadi di dekat rumah saja masih ada sholat Jumat. Satu masjid. Terus di Tanah Tinggi, Johar Baru, itu ada dua masih sholat Jumat juga,” tandas Irwandi pada Jumat (10/4).

Baca: Bantu Pemerintah, NU Sumsel Cek Kesehatan Santri

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta KH. Makmun Al Ayyubi yang mengimbau  seluruh masjid mematuhi Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta. “Diharapkan agar semua DKM masjid bisa mematuhi keputusan Gubernur terkait dengan PSBB,” katanya. (aw/MI/republika).

DISKUSI: