Ma’ruf Amin Sebut Normal Baru Diterapkan Jika Tiga Syarat Telah Dipenuhi WHO

0
60

Sumber: Detik

LiputanIslam.com — Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, mengatakan penerapan tatanan baru atau dikenal dengan istilah normal baru akan diterapkan pemerintah apabila tiga syarat dari WHO sudah terpenuhi.

Hal itu ia katakan, saat menjadi pembicara dalam Webinar Nasional dengan tema “Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah menuju New Normal Life” yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki, di Malang, Jawa Timur, Kamis (4/6).

“Sambil ditemukannya vaksin dan obat, saat ini Pemerintah dengan sangat serius mengkaji penerapan tatanan baru. Pemberlakuan tatanan baru dan mengakhiri pelaksanaan PSBB dilakukan bila prasyarat yang ditetapkan oleh WHO sudah terpenuhi,” kata dia, dari rumah dinasnya, di Jakarta, Kamis.

“Pertama, tatanan baru dapat diterapkan apabila penularan virus sudah terkendali, yang ditunjukkan dengan rasio penyebaran dalam satu wilayah berada di bawah satu (Ro<1) selama dua pekan berturut-turut,” kata dia.

“Prasyarat kedua adalah tersedianya layanan dan sistem kesehatan untuk menangani kasus Covid-19 baru. Prasyarat ketiga adalah kemampuan dalam melakukan pelacakan yang ditandai dengan kecukupan jumlah pelaksanaan pengujian,” katanya.

Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan juga harus menjadi kebiasaan baru, seperti memakai masker, menjaga jarak satu sama lain dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Pelaksanaan menuju tatanan baru juga dilakukan secara bertahap. Pelaku ekonomi, termasuk ekonomi Syariah dapat menyesuaikan diri dengan tahapan tersebut. Kegiatan usaha yang berkaitan dengan penyediaan makanan dan minuman seperti restoran, akan lebih dahulu dibuka secara terbatas dan menyusul kegiatan ekonomi lain yang berskala besar seperti pusat perbelanjaan.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga memberi pesan dalam menghadapi new normal. Ma’ruf meminta masyarakat tetap menjaga keseimbangan antara keamanan diri dan produktivitas.

Baca juga: PBNU: Sebaiknya Salat Jumat Tetap Dilaksanakan Satu Waktu

“Kita merasakan bahwa setelah tiga bulan ini kemudian terjadilah penurunan di bidang ekonomi, ekonomi kita menjadi menurun, bahkan sangat drastis. Karena itu maka tentu sekarang bagaimana kita menjaga keseimbangan antara tetap menjaga aman dari COVID-19 dan juga produktivitasnya, itu yang kemudian disebut tatanan baru atau new normal, istilah yang sekarang ini. Nah ini menjadi tugas kita di dalam rangka menjaganya,” ujar Ma’ruf dalam keterangan tertulis, pada Jumat (29/5/2020) malam.

Menurut dia, tantangan dalam berbagai bidang akan semakin berat, seperti ekonomi hingga masalah stunting sehingga diperlukan semangat kerja yang lebih tinggi. (Ay/Antara/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS: