LIPI Minta Pemerintah Waspadai Ancaman Inflasi Akibat Virus Corona

0
231

Sumber: intim.news

Jakarta, LiputanIslam.com— Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Agus Eko meminta pemerintah mewaspadai ancaman inflasi yang terjadi akibat wabah virus korona.

Agus menilai, pemerintah harus menjaga stabilitas harga-harga agar tidak terjadi lonjakan dengan mengendalikan pasokan pangan.

“Logistik di gudag harus disiapkan. Apalagi kita akan menghadapi lebaran yang tinggal sebentar lagi,” kata dia, Jumat (28/2).

Dia menyampaikan, pemerintah harus mengantisipasi agar inflasi tetap terjaga. Jika inflasi bergejolak, maka konsumsi masyarakat akan turun dan berpengaruh pada produk domestik bruto.

Baca: BI Prediksi Inflasi Februari 0,31 Persen

“Jadi yang harus diamati adalah pergerakan inflasi. Inflasi jangan sampai tidak terkendali. Kalau inflasi bergejolak, tingkat bunga mengikuti. Domino effect lebih parah,” ujarnya.

Dia menyebutkan, saat ini beberapa komoditas sudah mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah gula yang naik sebesar Rp 13.500 hingga Rp 15.000 per kilogram di tingkat eceran. Kenaikan tersebut dinilai terjadi karena stok gula yang menipis.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah mesti menggelar operasi pasar karena dinilai efektif untuk mengendalikan kenaikan harga.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada Februari 2020 mencapai 0,31 persen atau lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,39 persen.

“Februari 2020 inflasi kita perkirakan lebih rendah dari Januari. Perkiraan kami month to month 0,31 persen,” kata dia.

BI menuturkan, inflasi pada Februari disumbang oleh kenaikan harga bahan pangan seperti bawang putih sebesar 0,1 persen, cabai merah 0,07 persen dan beras 0,02 persen. (sh/cnbcindonesia/tempo)

DISKUSI: