Kode: Sengketa Hasil Pilkada Serentak 2020 Akan Naik

0
106

Sumber: Berita Satu

Jakarta, LiputanIslam.com — Lembaga riset Konstitusi Demokrasi (Kode) Inisiatif memperkirakan sengketa hasil Pilkada Serentak 2020 yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi akan meningkat dibanding pilkada sebelumnya.

Kode mengatakan hasil Pilkada 2015, dari 264 daerah, lebih dari separuh atau sebanyak 152 calon mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

Begitu pun Pilkada 2017, dari 101 daerah, 60 calon kepala daerah mengajukan sengketa.

Sementara untuk Pilkada 2018, hanya 72 sengketa yang diterima Mahkamah Konstitusi dari 171 gelaran pilkada. Menurunnya persentase sengketa pada 2018, dinilai dipengaruhi pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang jadwalnya berdekatan.

“Kalau 2020 potensinya naik jumlah sengketa di MK karena tidak ada momen berhimpitan sehingga orang konsen menang 2020 nanti. Sengketa MK salah satu jalan,” ujar Ketua Kode Inisiatif Veri Junaidi di Jakarta, Rabu (15/1).

Ada pun Pilkada Serentak 2020 akan diselenggarakan di 270 daerah, yakni 9 pemilihan gubernur, 224 pemilihan bupati dan 37 pemilihan wali kota.

Baca juga: Jokowi: Perpindahan Ibu Kota untuk Perpindahan Mindset

Kode Inisiatif menyebut untuk partai politik, Pilkada 2020 merupakan pondasi awal menyusun kekuatan menghadapi Pemilu Serentak 2024.

Kemenangan dalam pilkada akan menjadi modal untuk pemenangan Pemilu 2024 dengan menggunakan kekuatan kepala daerah dan potensinya. (Ay/Antara/Tirto)

DISKUSI: