Sumber: Detik

Jakarta, LiputanIslam.com — Presiden Joko Widodo mengatakan perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur bertujuan untuk mendorong perbaikan ”mindset’ masyarakat Indonesia.

“Pindahnya ibu kota ini bukan pindahnya lokasi atau pindahkan gedung istana, bukan itu. Yang kita gagas ini adalah perpindahan ‘mindset’, perpindahan pola pikir, perpindahan pola kerja, perpindahan kultur kerja,” kata Presiden dalam sambutannya saat menghadiri acara Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Raffles Hotel, Jakarta pada Rabu (15/1).

“Sehingga yang kita install yang pertama adalah install sistem. Sehingga orang mengikuti sistem itu. Inilah yang ingin kami kerjakan, bukan yang lain-lain,” lanjut dia.

Jokowi mengatakan, nantinya di ibu kota baru transportasi masal terhubung dalam satu sistem sehingga semua tertata dengan rapi.

Jokowi pun menolak anggapan bahwa perpindahan ibu kota dari Jakarta ke kawasan yang berada di daerah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagaian Kabupaten Kutai Kartanegara, hanyalah memindahkan gedung pemerintahan, melainkan perpindahan pola pikir dan sistem kerja.

Baca juga: Ketua DMI: Ceramah Harus Sebar Paham Islam Moderat

Dengan memerhatikan aspek geo politik, geo strategis, serta kesiapan infrastruktur pendukung dan pembiaya, pemerintah menetapkan lokasi ibu kota baru negara berada di Provinsi Kalimantan Timur.

Luas wilayah yang akan menjadi inti ibu kota yakni sebesar 40 ribu hektar dimana 6 ribu hektar akan ditempati untuk kawasan kantor-kantor pemerintahan.

Dengan kebutuhan yang sebesar itu dan target jangka panjang, pemerintah menggunakan beragam skema pembiayaan baik dari APBN, KPBU, hingga mengikutsertakan sektor swasta. (Ay/Antara/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*