KH Said Aqil Siroj: Jadi Umat Moderat Butuh kecerdasan

0
157

Sumber: nusantaratv.com

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa dalam kitab suci Al-Quran tidak disebutkan terminologi umat Islam, tetapi yang ada ialah umat moderat. Dan untuk menjadi umat yang moderat tersebut dibutuhkan kecerdasan dan pola pikir yang moderat pula.

Demikian itu disampaikan Kiai Said saat mengisi Simposium Nasional Islam Nusantara: Islam Nusantara dan Tantangan Global yang diselenggarakan Fakultas Islam Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta di Gedung PBNU pada Sabtu (8/2).

“Dalam Alquran tak ada terminologi umat Islam, apalagi umat Arab, apalagi khilafah islamiyah, enggak ada banget itu, bidah itu, negara Islam bidah itu. Yang ada, umat yang moderat. Umat moderat itu membutuhkan kecerdasan, tanpa kecerdasan, tanpa ijtihad tidak akan lahir mazhab, pola pikir, cara metode berpikir yang moderat. Maka bisa moderat kalau cerdas,” ucapnya.

Kiai Said menjelaskan, manusia itu menerima dua amanat dari Allah. Pertama yakni amanat Ilahiyah, Samawiyah dan Diniyah yang isinya adalah aqidah dan syariah. “Islam datang dengan aqidah dan syariah. Yang bersifat universal dan sakral. Alhamdulillah secara umum aqidah dan syariah umat Islam sekarang ini baik sudah,” katanya.

Amanat kedua ialah amanat Waqi’iyah, Ardiyah, Insaniyah. Amanat ini menurut kiai Said berisi Tsaqafah terkait keberhasilan dan kemajuan dibidang budaya, keilmuan, religi, dan kemanusiaan. Serta hadoroh berisi kemajuan di bidang materi. “Ini yang membutuhkan kecerdasan. Bagaimana mewujudkan umat yang wasatan, wasatiyah fi tsaqafah dan wasatiyah fi hadoroh? Ini yang dibutuhkan, ijtihad, butuh kecerdasan,” ungkapnya.

Baca: Ketum PBNU Tegas Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS

“Wali Songo telah berhasil membangun prinsip tsaqofah dan hadoroh. Yakni, dengan membangun hubungan yang harmonis antara aqidah dan budaya selama tidak bertentangan dengan syariat. Menggabungkan antara nilai-nilai langit yang bersifat diniyah, agama dan hadoroh dengan tsaqofah dan hadoroh yang bersifat inovasi manusia, kreativitas manusia membutuhkan pemikiran besar dan cerdas,” tambah Kiai Said. (aw/medcom/republika).

DISKUSI: