Ketum PBNU Tegas Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS

0
147

Sumber: kompas.com

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Siroj dengan tegas menyatakan menolak wacana pemulangan 660 orang WNI eks ISIS ke tanah air. Menurutnya, para WNI eks ISIS tersebut telah meninggalkan kewarganegaraannya dengan membakar paspor dan identitas Indonesianya.

“Saya tolak, saya tidak setuju. Mereka sudah meninggalkan negara, sudah membakar paspornya, sudah mengatakan kita ini toghut, terutama NU, anshorut toghut, pendukung toghut,” ujarnya di Gedung PBNU, Jakarta pada Sabtu (8/2).

Semua negara yang terdapat warganya bergabung dengan ISIS juga telah menolak kembalinya eks ISIS ke negaranya masing-masing. Kiai Said juga mengatakan tak perlu beramah-ramah terkait pemulangan eks ISIS mengingat kejahatan yang telah dilakukan.

“Semuanya, pada prinsipnya yang sudah meninggal kewarganegaraan dengan kemauan sendiri, ngapain. Semua negara yang warga negaranya berangkat ke ISIS semua ditolak pulang. Saudi menolak warga negaranya, Pakistan juga menolak. Mereka pembunuh, pembantai, pemerkosa ngapain diramahin,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menegaskan menolak memulangkan WNI eks ISIS. Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian alasan utamanya ialah terkait keselamatan bangsa dan negara. “Iya saya kira presiden sudah menyatakan bahwa beliau menolak untuk itu. Dan yang menjadi pertimbangan presiden adalah keselamatan bangsa, negara dan rakyat,” ucapnya di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2).

Baca: Presiden: Kesolidan Anak Bangsa Sangat Penting di Era Globalisasi ini

“Jadi ada banyak sekali pertimbangan. Tapi yang paling penting adalah hukum tertinggi bagi presiden adalah keamanan rakyat, keamanan nasional, gitu. Jangan sampai ketika mereka kembali lalu mereka nanti akan menyebarkan paham radikal, atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keamanan nasional kita,” tambah Donny. (aw/detik/republika/tirto).

 

DISKUSI: