Ketua ICMI: New Normal Dimulai Dari Rumah Ibadah

0
62

Sumber: arahpolitik.com

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menyikapi soal akan segera diterapkannya kondisi new normal atau tatanan hidup baru oleh pemerintah. Menurutnya, aktivitas atau kegiatan yang pertama ketika new normal hendaknya dimulai dari rumah ibadah.

“Mari sungguh-sungguh mempersiapkan new normal darimana kita mulai, melalui Jumatan ini kita umumkan kepada seluruh warga Indonesia, dimulai new normal dari masjid, dari rumah ibadah, bukan dari mal,” ucapnya di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran, Jakarta pada Jumat (5/6).

Jimly membaca dua ayat dari dua surah dalam Alquran, yakni Surat Al Hajj ayat 40 dan Surah Al Baqarah ayat 251. Dua ayat dari dua surah ini mempresentasikan kondisi yang dihadapi saat ini, yakni bagaimana menjaga keseimbangan dunia dan spiritual (ketuhanan) di tengah cobaan.

Surah Al Hajj ayat 40; …Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lainnya, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”.

Ayat ini menurutnya dapat menjadi pedoman umat beragama, bahwa hendaknya kita menyandarkan dan meminta pertolongan kepada Tuhan. “Ayat ini secara simbolik bukan hanya untuk kaum muslimin, semua rumah ibadah mengikuti, karena Indonesia adalah negeri yang berketuhanan, maka segala persoalan kita mulai (selesaikan) dengan keagamaan,” terangnya.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.939 Dolar AS

Jimly mengajak umat Islam bersyukur karena bisa kembali melaksanakan salat Jumat di masjid secara berjamaah. Namun begitu, semuanya harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, beribadah ke masjid bagi yang sehat dan dibatasi kapasitas orang yang beribadah. (aw/antaranews/republika).

 

 

DISKUSI: