Ketua Fatayat Sebut Indonesia Hari ini Butuh Sosok Seperti RA Kartini

0
341

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU), Anggia Ermarini mengatakan bahwa Indonesia dalam konteks hari ini butuh sosok pejuang seperti Raden Ajeng (RA) Kartini. Menurutnya, saat ini pendidikan memang sudah lebih mudah didapatkan, tetapi masih banyak aspek lain yang harus diperjuangkan para perempuan Indonesia termasuk berani dan lebih aktif menyuarakan kebaikan dan kebenaran.

“Hari ini pun, sangat dibutuhkan orang-orang seperti Kartini dalam konteks hari ini. Spirit yang sama tentu dengan tantangan yang berbeda, karena untuk sekolah, perempuan sekarang sudah mudah tetapi bahwa semangat mencari hal yang lebih baik lagi, untuk berani menyuarakan kepentingan, kebaikan, kemaslahatan, itu spiritnya Kartini yang harus dimiliki perempuan saat ini,” ucapnya di Jakarta pada Selasa (21/4).

Anggia menyatakan, RA Kartini merupakan sosok muslimah yang juga luar biasa taat. Ia tidak hanya pemberani dan pejuang keadilan bagi perempuan, tetapi juga Kartini adalah sosok perempuan yang soleha taat dalam beragama. Karena itu, sosoknya patut menjadi inspirasi bagi masyarakat hari ini.

“Jadi tidak hanya dipanggung saja tapi juga di masyarakat, sehingga masyarakat juga merasakan arti kehadiran perempuan muslim di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya aku muslim aku Islam, tidak hanya itu, tapi apa yang kamu sudah kerjakan untuk masyarakat dengan segala porsinya,” ujar Anggia.

Termasuk juga ikut aktif berjuang melakukan sesuatu yang bisa dilakukan di tengah keadaan darurat wabah sekarang ini. Misalnya seorang muslimah yang menjadi kader masyarakat maupun kader Posyandu agar melakukan yang terbaik di tempatnya. Begitu juga muslimah yang menjadi ustazah maupun dokter, juga dapat melakukan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat.

Baca: Ketua Fatayat NU: RA Kartini Sosok Futuristik dan Pemberani

“Kalau dia pimpinan daerah dia harus memikirkan dengab segala akal, potensinm yang dia miliki, harus mampu dirasakan untuk kemaslahatan rakyatnya. Kalau dia seorang legislatif dari kajian-kajiannya, dari kebijakan-kebijakannya bisa dirasakan oleh masyarakat di manapun,” tandasnya. (aw/republika).

DISKUSI: