Sumber: kemenag.go.id

Jakarta, Liputanislam.com– Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag, Amsal Bakhtiar mengingatkan akan pentingnya kesadaran semua warga negara untuk menjaga kerukunan antar sesama anak bansga. Sebab, tanpa adanya kerukunan maka akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih bagi Indonesia yang beragam ini.

“Kita harus sadar sesadar-sadarnya, bahwa Indonesia harus dirawat dengan kerukunan yang kita bangun,” ujarnya pada pengajian rutin Dharma Wanita Persatuan Kemenag di Jakarta, Jumat (14/02).

Amsal memberikan contoh negara Yugoslavia yang hancur akibat tidak dapat menjaga kerukunan. “Kita ingat, dulu ada Negara Yugoslavia. Negara ini kemudian tinggal nama saja, dan terpecah menjadi enam negara yang kecil. Hal ini terjadi karena mereka tidak dapat merawat kerukunan,” ujarnya.

Yugoslavia pada akhirnya terpecah-pecah menjadi negara kecil setelah terjadi perang saudara dan menewaskan banyak korban. “Selama lebih 10 tahun Yugoslavia mengalami perang saudara,” terangnya.

Baca: Menag: Pesantren Punya Andil Besar Dalam Kemerdekaan Indonesia

“Hal ini jangan sampai terjadi di Indonesia. Rasa kebersamaan sebangsa yang kita miliki, jadi modal untuk merekatkan Indonesia,” tandas Amsal. (aw/kemenag).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*