Kemiskinan Diprediksi Meningkat, Ini Langkah Kemensos

0
98

Sumber: ekonomi.bisnis.com

LiputanIslam.com— Bank Dunia memperkirakan sekitar 150 juta orang akan jatuh miskin jika tahun depan perekonomian bertambah buruk akibat pandemi Covid-19.

Dari jumlah tersebut, sekitar 82 persen berasal dari negara-negara berpenghasilan menengah seperti India, Nigeria, dan Indonesia. Menurut Bank Dunia, orang-orang yang akan jatuh miskin ini kebanyakan berasal dari kelompok berpendidikan di perkotaan.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan turun 5,2 persen. Negara-negara di seluruh dunia akan sulit untuk kembali ke pertumbuhan inklusif akibat pandemi Covid-19.

Baca: Kemenkeu: Penduduk Miskin Bakal Bertambah 5 Juta Orang

Di Indonesia, jumlah penduduk miskin telah mencapai 26,4 juta orang. Angka ini diperoleh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2020. Saat ini, publik masih menunggu perkembangan data terbaru dari BPS.

Dalam hal ini, Menteri SOsial (Mensos) Juliari P Batubara mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan potensi kenaikan angka kemiskinan akibat pandemi Covid-19.

“Kemensos memiliki program regular yang selama ini sudah teruji efektif mengurangi kenaikan angka kemiskinan,” kata Juliari di Medan, Jumat (13/11).

Dia menyampaikan, di antara langkah yang telah disiapkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Anggaran yang telah ditetapkan untuk PKH sebesar 30,4 triliun dan untuk Program Sembako sebesar 44,7 triliun. Kedua program ini akan terus berjalan hingga tahun depan.

Selain itu, Kemensos akan melanjutkan sejumlah program yang dapat meningkatkan efektifitas dalam menekan dampak pandemi, seperti rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial dan penanganan fakir miskin. (sh/jpnn/kontan)

 

DISKUSI: