Kemenkeu: Penduduk Miskin Bakal Bertambah 5 Juta Orang

0
138

Sumber: medcom.id

LiputanIslam.com— Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan jumlah penduduk miskin pada 2021 akan bertambah hingga 5 juta orang akibat pandemi Covid-19.

“Dalam estimasi kami terakhir jumlah orang miskin itu bisa sekitar 3 sampai 5 juta naiknya,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu, Rabu (19/8).

Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada perubahan aktivitas ekonomi sehingga menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin. Dalam kurun waktu 6 bulan, penduduk miskin meningkat 9,78 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 mencapai 26,42 juta, atau naik 1,63 juta dibandingkan September 2019.

Baca: Ekonomi Alami Kontraksi, Kemiskinan Dipastikan Meningkat

Sebelumnya pemerintah memperkirakan penduduk miskin bertambah sebanyak 3,7 juta gara-gara Covid-19. Hal ini didasarkan pada asumsi pertumbuhan ekonomi dalam skenario paling berat yaitu minus 0,4 persen pada tahun ini. Namun, angka tersebut dikoreksi menjadi 5 juta orang pada tahun depan.

Saat ini, pemerintah tengah berupaya untuk menggerakan roda ekonomi agar peningkatan jumlah masyarakat miskin tidak terjadi.

“Apakah tahun depan akan keluar dari kemiskinan ya tergantung, apakah dia dapat pekerjaan, apakah bansos cukup tahun depan. Kalau tidak ya mereka tetap miskin. Makanya ini kebijakan harus targeted. jangan sampai orang miskin ini bertambah terlalu banyak,” tuturnya.

Febrio mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia bisa membaik asalkan belanja untuk program perlindungan sosial tak tersendat pada kuarta III 2020.

Dalam hal ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 203,90 triliun.  Anggaran tersebut dikeluarkan untuk delapan program, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Sembako, Bansos Jabodetabek, Bansos non Jabodetabek, Kartu Prakerja, Diskon Tarif Listrik, Bantuan Pangan dan Logistik, hingga BLT Dana Desa.

“Dengan masifnya program bansos dan perlindungan sosial Rp 250 triliun itu dampak dan jumlah orang miskin mungkin akan terbatas. Jadi, itulah yang akan menjadi bantalan,” ujarnya. (sh/tribunjogja/liputan6)

DISKUSI: