Kasus Novel Baswedan, Haris Azhar: Kami Temukan Sejumlah Fakta yang Tak Ada di Persidangan

0
92

Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Penggiat Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar mengatakan telah melakukan investigasi terhadap proses persidangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Haris mengungkapkan, dari hasil investigasi yang dilakukan ditemukan bahwa terdapat sejumlah fakta yang tidak ada di persidangan.

“Kebetulan saya juga melakukan investigasi beberapa kali, menyusun laporan dan lain-lain, kami menemukan sejumlah fakta yang tak ada,” kata Haris, Rabu (17/6).

Baca: Islam dan Ketidakadilan Hukum Kasus Novel Baswedan

Dia menyebutkan, salah satu dari fakta tersebut adalah saksi pemilik CCTV yang dihadirkan di persidangan.

“Misalnya ada pemilik CCTV yang dihadirkan ke persidangan tetapi soal CCTV yang perlu dibawa ke persidangan bukan saksinya tetapi videonya seperti apa,” ucapnya.

Dia menerangkan, sebenarnya pelaku kasus Novel Baswedan bukan hanya dua orang, tapi tiga orang. Dia juga menemukan rute yang diambil oleh pelaku tersebut.

“Kalau dalam investigasi saya, itu ada rute kaburnya pelaku dan pelaku itu bukan dua orang, sejumlah saksi mengatakan pelakunya tiga orang. Kita punya rutenya, rute yang gagal, terus mereka memperbaiki rute pagi itu, ada adegan mereka ngangkat motor dan lain-lain,” terangnya.

Selain itu, ada sejumlah saksi yang justru tidak dihadirkan dalam persidangan. Padahal, saksi itu adalah saksi yang melihat saat kejadian dan saat pelaku melakukan pengintaian. Para saksi tersebut sudah diperiksa di tingkat Polsek, Polres dan Polda.

“Jadi ada beberapa informasi, ada beberapa kesaksian yang sudah menjadi berita acara di proses penyidikan kok sekarang ini malah berubah total,” kata dia.

Hal ini dikonfirmasi oleh penyidik KPK Novel Baswedan. Menurutnya, ada sejumlah saksi kunci yang tidak diperiksa. Dia mengaku heran mengapa penyidik tidak memeriksa saksi-saksi tersebut.

“Saksi-saksi kunci yang mengetahui peristiwa dan sebelum kejadian tidak diperksa. Bahkan beberapa saksi ada yang memotret pelakunya. Ketika ini diabaikan, ini sesuatu hal yang sangat vulgar dans aya kira itu konyol sekali, keterlaluan sekali,” ujarnya. (sh/tribunnews/kompas)

 

 

DISKUSI: