Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Bakal Terkoreksi Cukup Tajam

0
211

Sumber: wartaekonomi.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan terkoreksi cukup tajam akibat pandemi

“Kita harus bicara apa adanya. Target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi cukup tajam. Tapi ini bukan hanya terjadi di negara kita tapi juga di negara lain juga sama, mengalami hal yang sama,” kata Jokowi, (14/4).

Jokowi menyampaikan, berbagai lembaga internasional, seperti IMF, Bank Dunia, sudah memprediksi ekonomi global akan terjadi resesi.

Baca: Core: Pertumbuhan Ekonomi RI -2 Persen pada Tahun Ini

“Hitungan terakhir yang saya terima tumbuh negatif. Ekonomi global tumbuh negatif 2,8 persen artinya tertarik 6 persen,” ujar Jokowi.

Meski demikian, dia mengimbau agar semua pihak harus tetap optimis dan bekerja keras untuk memperbaiki keadaan saat ini.

“Kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario. Kita harus boleh pesimis dan tetap harus berikhtiar, bekerja keras untuk pemulihan-pemulihan. Baik pemulihan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan Insya Allah kita bisa,” tuturnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengafirmasi kondisi saat ini. Dampak pandemi Covid-19 bisa menyebabkan perekonomian dunia mengalami resesi.

“Ekonomi global kemungkinann masuk di dalam resesi. Proyeksi IMF ekonomi diperkirakan tumbuh 3,3 persen, direvisi menjadi negatif. Koreksi bsia minus 2,2 persen. Atau berdasarkan Fitch Rating Agency, tahun ini mungkin ada di kisaran minus 1,9 persen,” jelasnya.

Sri Mulyani melanjutkan, kondisi ini akan membuat dunia kehilangan potensi eknomi yang seharusnya tercipta sekitar 5 triliun dolar AS. Dengan kondisi tersebut, ekonomi Indonesia akan mengalami tekanan yang berat dan bisa turun negatif.

“Saat ini kami estimasi dalam kondisi berat dan sangat berat. Baseline kita (pertumbuhan ekonomi) 5,3 persen akan mengalami tekanan pada level turun sampai level 2,3 persen. Bahkan dalam situasi yang sangat berat, mungkin menurun sampai negatif,” ungkapnya. (sh/kompas/cnbcindonesia)

 

 

DISKUSI: