Jokowi Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi kuartal II Minus 5 Persen

0
78

Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 berada di kisaran minus 4,3 persen sampai minus 5 persen.

“Kita Indonesia di kuartal I masih pls, sebelumnya kita plus 5. Kuartal I 2020 2,97 persen, tapi di kuartal II kita sudah akan jatuh minus. Kita harus ngomong apa adanya, bisa minus 4,3 persen sampai mungkin minus 5 persen,” kata Jokowi, Kamis (23/7).

Jokowi menyampaikan, proyeksi ekonomi semakin turun dari waktu ke waktu seiring dengan perlambatan aktivitas ekonomi. Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi global akan semakin tertekan hingga minus 5 persen. Sedangkan, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memprediksi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia akan minus 6 persen hingga 7,6 persen.

Baca: Ancaman Resesi di Depan Mata, Airlangga: RI Tak Sedalam Negara Lain

“Gambaran apa yang ingin saya sampaikan? bahwa setiap bulan selalu berubah-ubah, sangat dinamis, dan posisinya tidak semakin mudah tapi semakin sulit. Minus 2,5 ganti sebulan berikutnya minus 5 persen, satu bulan berikutnya minus 6 sampai minus 7,6 persen. Gambaran kesulitannya seperti itu,” tuturnya.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, pemulihan ekonomi dunia akan lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan penularan Covid-19 di sejumlah negara dan aktivitas ekonomi yang belum normal.

“Perkembangan ini menyebabkan efektivitas berbagai stimulus kebijakan yang ditempuh dalam mendorong pemulihan ekonomi di banyak negara menjadi terbatas,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko.

Dia menuturkan, volume perdagangan dan harga komoditas dunia lebih rendah dari perkiraan semula dan menurunkan tekanan inflasi. Kemudian, ketidakpastian pasar keuangan global meningkat karena lambatnya pemulihan ekonomi global.  (sh/market.bisnis/republika)

DISKUSI: